Bulan Oktober lalu saya alami dengan normal dalam standar saya. Ada 2 dialog yang paling memikat hati dan saya ingin berbagi,
#1
Saya (S) : Mbak, ini harganya berapa? (menunjuk sebuah cardigan yang dijual
#1
Saya (S) : Mbak, ini harganya berapa? (menunjuk sebuah cardigan yang dijual
Pemilik toko (P) : 100,000
S : Nggak bisa kurang?
M : Nggak... Udah pas...
S : Beli gak ya??? (meminta pendapat teman disebelah)
Teman : Jangan... Lihat-lihat aja dulu...
Memutar-mutar pusat perbelanjaan, dan kembali ke toko tersebut
S : Ehm.. Mbak, ini jaketnya berapa? (maksud tersembunyi)
S : Nggak bisa kurang?
M : Nggak... Udah pas...
S : Beli gak ya??? (meminta pendapat teman disebelah)
Teman : Jangan... Lihat-lihat aja dulu...
Memutar-mutar pusat perbelanjaan, dan kembali ke toko tersebut
S : Ehm.. Mbak, ini jaketnya berapa? (maksud tersembunyi)
Mbak penjaga toko (M): 210,000 (mbak pemilik toko berjalan ke arah luar melihat saya)
S : Eh eeeh lihat-lihat aja dulu deh mbak...
Memutar-mutar pusat perbelanjaan, dan kembali ke toko tersebut
S : Mbak, ini cardigannya harganya berapa?
P : 100,000. Udah pas mba gak bisa ditawar...
S : Yaudah deh beli...
P : Dicoba mba di dalam... (masuk ke kamar ganti dan mencoba, lalu keluar untuk membayar)
S : Mbak.. eh.. ini duitnya (tiba-tiba yang menerima adalah mbak M)
S : Eh eeeh lihat-lihat aja dulu deh mbak...
Memutar-mutar pusat perbelanjaan, dan kembali ke toko tersebut
S : Mbak, ini cardigannya harganya berapa?
P : 100,000. Udah pas mba gak bisa ditawar...
S : Yaudah deh beli...
P : Dicoba mba di dalam... (masuk ke kamar ganti dan mencoba, lalu keluar untuk membayar)
S : Mbak.. eh.. ini duitnya (tiba-tiba yang menerima adalah mbak M)
M : (tadinya menunduk, menatap saya) Euhm... (tersenyum dan tertawa kecil)
S : (senyum balik)
#2
S : (senyum balik)
#2
Saya (S) : (posisi setengah ngantuk di kol jurusan bocor)
Penumpang di sebelah (P) : -dari bahasanya sepertinya orang padang- (menelepon ) Iyo... Anak ambo satu jiko wisuda di bulan Juli, nak ambo balikan Blackberry... (yang sedang ditelepon berbicara; sepertinya bertanya) Oh Blackberry itu handphone... (yang sedang ditelepon berbicara lagi; sepertinya bertanya) Henfon! (teriak). Oh kalo anak ambo yang kadua, kaleh duo SMA..... Oh yo apa kabarnyo si itu... (ganti topik)
S : .....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar