Sabtu, 24 September 2011

MakBok

Saya mengidamkan komputer jinjing keluaran Epel (samaran) yang bernama jual Mak Bok Pow (samaran) sejak akhir SMP (2009). MakBok dikenal dengan harganya yang sulit dijangkau .

Meminta barang gadget bukan hal mudah buat saya, karena 2 hal. selain karena gak-punya-uang ,rasa kemanusiaan saya yang memikirkan anak-anak di Afrika, Palestina, dan di Taman Lawang yang sulit mencari makan.

Saya semakin tak terkendali, bila malam saya memimpikannya, bila siang saya sekolah.Bahkan saya sudah menyiapkan nama untuknya jika kelak saya bisa memilikinya, Alejandra.

Suatu waktu, saya meminta MakBok kepada orangtua, istilahnya nembung lah. begini jawabnya ," MakBok kuwe panganan apa sihhh jan jane???10 ewu jujul pora?" Saya hanya diam, antara kesal dan ingin tertawa, saya hanya bisa menarik kesimpulan: bapak saya katro.

tapi ketidakberadaan MakBok entah kenapa berangsur menjadi bukan hal besar bagi saya. Mungkin perjalanan waktu mendewasakan saya untuk sadar bahwa tidak semua yang saya inginkan itu krusial, atau mungkin Kompak presario CQ40 (samaran) sudah cukup membuat hidup saya bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar